Pertahanan
dan Keamanan Serta Budaya Sebagai Faktor yang Membentengi dalam Memperkuat NKRI
Indonesia sebagai negara
dengan letak geografis yang strategis yaitu diapit oleh dua benua dan dua
samudera , menjadikan Indonesia sebagai negara yang sangat rawan di serang dari
luar maupun dari dalam , maka dari itu pertahanan dan keamanan menjadi salah
satu faktor yang penting dalam membentengi dalam memperkuat , artinya adalah
pertahanan sebagai garda terdepan dalam melindungi perkuatan NKRI harus siap
dalam segala kondisi baik saat damai maupun saat perang.
Berdasarkan
penelitian LIPI (2007), faktor yang mempengaruhi pertahanan yaitu: (1) anggaran
pertahanan; (2) jumlah penduduk suatu negara; (3) ancaman konvensional
dan non konvensional; (4) anggaran pertahanan negara lain; (5) kemampuan
keuangan pemerintah; (6) harga alutsista; dan (7) jumlah personil sistem
pertahanan. Ketujuh faktor diatas adalah faktor utama dalam memperkuat pertahanan
dan keamanan negara. Namun selain itu faktor budaya juga menjadi faktor
pertahan dan keamanan yang tidak boleh dilupakan karena negara Indonesia menganut
SISHANKAMRATA (Sistem Pertahana dan Keamanan Rakyat Semesta) , dimana budaya
itulah juga yang menjadi benteng dalam melindungi perkuatan NKRI. Kenapa budaya
menjadi faktor penting? , karena budaya dapat melindungi bukan hanya dari
perang konvensional dan nonkonvensional tetapi juga melindungi bangsa dan
negara dari ancama ideologi atau propaganda yang tidak sejalan dengan
pembangunan dan perkuatan NKRI.
Sebagai
negara yang memiliki beragam budaya Indonesia sudah seharusnya dapat melindungi
diri dari segala macam propaganda , apalagi di tengah krisis yang melanda timur
tengah Indonesia harus siap menghadapi perang baik secara konvensional dan non konvensional serta perang melawan
propaganda dan ideologi yang bertetangan dengan NKRI.
Perang
ideologi bukan hanya terjadi pada masa
perang dingin yang ketika itu yang berperang adalah Amerika Serikat dan Uni
Soviet , namun saat ini perang ideologi sudah mulai memasukki babak baru yaitu
perang melawan ideology radikalisme yang mengatas namakan agama. Indonesia
sebagai negara yang memiliki beragam budaya dan agama harus bisa melindungi
diri , karena jika tidak bisa bukan tidak mungkin Indonesia bisa hancur karena
tidak punya propaganda tentang budaya yang beragam dan toleransi baik budaya
maupun agama yang baik.
Pemerintah
sebagai pelaksana SISHANKAMRATA harus memikirkan ini dengan matang seperti sistem
pertahan dan keamanan di sektor lain. Pentingnya budaya sebagai radikalisme
harus dimulai dengan toleransi yang tinggi karena dengan toleransi tinggi ,
maka akan muncul rasa saling menghargai dan saling melindungi diantara satu
sama lain .
Budaya
seharusnya jangan dijadikan sebagai
jurang perbedaan yang tampak dengan jelas namun harus dilihat sebagai suatu
kekuatan yang dapat melindungi negara dari ancaman ideologi yang bisa membuat
negara kacau.
Indonesia
sebagai negara yang memiliki 360 lebih suku sudah seharusnya bisa melindungi
diri demi kelancaran memperkuat NKRI , karena dengan budaya kita menjadi tahu
bahwa Indonesia adalah negara kaya , bukan hanya kaya dengan Sumber Daya
Alamnya namun juga dengan budayanya , nah dengan banyaknya budaya yang kita
miliki ini adalah sebuah keuntungan namun juga merupakan sebuah kerugian yang
besar jika tidak ditangani dengan baik , maka dari itu budaya itu harus
dimanfaatkan sebagai potensi yang besar dalam HANKAM.
HANKAM
yang baik bukan hanya memiliki ALUTSISTA yang canggih dan terawat namun juga memiliki
propaganda budaya yang baik , contohnya adalah ketika perang dingin Indonesia
bisa meminta bantuan kepada dua negara adidaya yang sedang dalam keadaan perang
, kenapa bisa ? , karena orang Indonesia
memiliki budaya yang baik serta mempunyai sopan santun yang tinggi , maka tidak
heran jika pada masa Soekarno Indonesia sering dilirik dua negara adidaya yang
sedang dalam keadaan perang dingin yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet , nah
tantangan baru bagi bagi budaya kita adalah bagaimana menahan laju radikalisme
yang dapat mengancam NKRI. Pertemuan antar tokoh agama , tokoh adat dapat juga
memperat budaya toleransi yang tinggi yang diharapkan dapat menekan atau bahkan
menghilangkan radikalisme.
0 komentar :
Posting Komentar