Jumat, 10 April 2015



Pertahanan dan Keamanan Serta Budaya Sebagai Faktor yang Membentengi dalam Memperkuat NKRI

        

             Indonesia sebagai negara dengan letak geografis yang strategis yaitu diapit oleh dua benua dan dua samudera , menjadikan Indonesia sebagai negara yang sangat rawan di serang dari luar maupun dari dalam , maka dari itu pertahanan dan keamanan menjadi salah satu faktor yang penting dalam membentengi dalam memperkuat , artinya adalah pertahanan sebagai garda terdepan dalam melindungi perkuatan NKRI harus siap dalam segala kondisi baik saat damai maupun saat perang.  
Berdasarkan penelitian LIPI (2007), faktor yang mempengaruhi pertahanan yaitu: (1) anggaran pertahanan; (2) jumlah  penduduk suatu negara; (3) ancaman konvensional dan non konvensional; (4) anggaran  pertahanan negara lain; (5) kemampuan keuangan pemerintah; (6) harga alutsista; dan (7) jumlah  personil sistem pertahanan. Ketujuh faktor diatas adalah faktor utama dalam memperkuat pertahanan dan keamanan negara. Namun selain itu faktor budaya juga menjadi faktor pertahan dan keamanan yang tidak boleh dilupakan karena negara Indonesia menganut SISHANKAMRATA (Sistem Pertahana dan Keamanan Rakyat Semesta) , dimana budaya itulah juga yang menjadi benteng dalam melindungi perkuatan NKRI. Kenapa budaya menjadi faktor penting? , karena budaya dapat melindungi bukan hanya dari perang konvensional dan nonkonvensional tetapi juga melindungi bangsa dan negara dari ancama ideologi atau propaganda yang tidak sejalan dengan pembangunan dan perkuatan NKRI.


Sebagai negara yang memiliki beragam budaya Indonesia sudah seharusnya dapat melindungi diri dari segala macam propaganda , apalagi di tengah krisis yang melanda timur tengah Indonesia harus siap menghadapi perang baik secara konvensional dan  non konvensional serta perang melawan propaganda dan ideologi yang bertetangan dengan NKRI.
Perang ideologi bukan hanya terjadi  pada masa perang dingin yang ketika itu yang berperang adalah Amerika Serikat dan Uni Soviet , namun saat ini perang ideologi sudah mulai memasukki babak baru yaitu perang melawan ideology radikalisme yang mengatas namakan agama. Indonesia sebagai negara yang memiliki beragam budaya dan agama harus bisa melindungi diri , karena jika tidak bisa bukan tidak mungkin Indonesia bisa hancur karena tidak punya propaganda tentang budaya yang beragam dan toleransi baik budaya maupun agama yang baik.
Pemerintah sebagai pelaksana SISHANKAMRATA harus memikirkan ini dengan matang seperti sistem pertahan dan keamanan di sektor lain. Pentingnya budaya sebagai radikalisme harus dimulai dengan toleransi yang tinggi karena dengan toleransi tinggi , maka akan muncul rasa saling menghargai dan saling melindungi diantara satu sama lain .
Budaya seharusnya  jangan dijadikan sebagai jurang perbedaan yang tampak dengan jelas namun harus dilihat sebagai suatu kekuatan yang dapat melindungi negara dari ancaman ideologi yang bisa membuat negara kacau.   
Indonesia sebagai negara yang memiliki 360 lebih suku sudah seharusnya bisa melindungi diri demi kelancaran memperkuat NKRI , karena dengan budaya kita menjadi tahu bahwa Indonesia adalah negara kaya , bukan hanya kaya dengan Sumber Daya Alamnya namun juga dengan budayanya , nah dengan banyaknya budaya yang kita miliki ini adalah sebuah keuntungan namun juga merupakan sebuah kerugian yang besar jika tidak ditangani dengan baik , maka dari itu budaya itu harus dimanfaatkan sebagai potensi yang besar dalam HANKAM.
HANKAM yang baik bukan hanya memiliki ALUTSISTA yang canggih dan terawat namun juga memiliki propaganda budaya yang baik , contohnya adalah ketika perang dingin Indonesia bisa meminta bantuan kepada dua negara adidaya yang sedang dalam keadaan perang , kenapa bisa ? , karena  orang Indonesia memiliki budaya yang baik serta mempunyai sopan santun yang tinggi , maka tidak heran jika pada masa Soekarno Indonesia sering dilirik dua negara adidaya yang sedang dalam keadaan perang dingin yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet , nah tantangan baru bagi bagi budaya kita adalah bagaimana menahan laju radikalisme yang dapat mengancam NKRI. Pertemuan antar tokoh agama , tokoh adat dapat juga memperat budaya toleransi yang tinggi yang diharapkan dapat menekan atau bahkan menghilangkan radikalisme.  

0 komentar :

Posting Komentar